GALAU

2012/03/23

Bahasaku, Galau itu padanan kata Galo dalam bahasa Sunda, yang berarti campur atau aduk atau capur-aduk. Maksudnya, telah bercapur, telah beraduk. Pengertian di atas menunjukkan adanya dua atau lebih jenis. Misalnya, pasir-semen-air, atau krikil-air-smen-pasir dalam membangun rumah, yang kemudian menjadi jenis lain yaitu tembok atau beton.

(Nah, karena aku orang Sunda, maka Galau aku padankan dengan Galo sebagi tersebut di atas.)

Galau, yang akhir-akhir ini tenar, biasanya bermaksud menunjukkan bahwa perasa sedang merasakan perasaan yang tidak menentu, tidak terartikulasikan, tidak terdefinisikan dengan tegas: apakah ”aku” sedang rindu atau benci; senang atau kecewa; suka, rindu, atau marah!

Jika kita (sanggup tekun) memperhatikan perasaan kita dalam setiap keadaan, maka kita akan bertemu dengan jenis perasaan yang secara tradisi belum memiliki nama. Nah, Galau diidetifikasi sebagai wakil dari perasaan-perasaan yang belum bernama tersebut. Ini tentang rasa, perasa, perasaan.

Kenyataan yang kita saksikah dalam suatu hari, misalnya, terkumpul dalam waktu yang bersamaan, misalnya, ketika malam telarut di jelang tidur. Perasaan-perasaan sebagai tanggapan atas kenyataan yang kita alami membekas dan bercampur. Ketika perasa kita tak mampu memberi pengertian terhadap perasaan yang sedang dirasakan maka itulah saatnya Galau memaikan perannya sebagai wakil perasaan yang belum bernama.

(Mungkin, kalau tentang pikir, pemikir, dan pemikiran, istilah yang tepat adalah Bingung, yaitu keadaan belum terdefinisikannya apa yang sedang difikirkan, belum terpilahnya hal-hal yang hadir dalam pemikir.)

Iklan

4 Tanggapan to “GALAU”

  1. budhihs said

    Sebenarnya kata Galau sih biasa aja, cuman karna sering di publish di TV dengan paket iklan yg menarik, dilakukan pula oleh anak2 muda yg berpotensi melucu dsb… Akhirnya kata galau menjadi booming…. Hehehe… Bgitu kah?

  2. lina sophy said

    waaahhhh… mamang ngomongin GALAU niyeeee hahaha πŸ˜†

    jadi keinget belom lama ada orang curhat2an deket kami, sambil nangis dia bilang aku GALAU MALSIMAAAALL, asli ngk enak perut nahan mau ketawa tapi ngk enak,
    si raka juga cerita soal tesis katanya “Galau Berat” hihihi… aneh2 ya ungkapannya…

    jadi tambahin itu mang catatannya Galaupun ada kadarnya ternyata… hahahahaha πŸ˜†

    • aksaraku said

      euuuheuheu….iya ya
      belum ketemu graduasi kadarnya uy
      kudu ngumpuluin org galau dulu ni….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: