Ilmu, Niat, dan Amal

2011/06/12

Beberapa hal yang penting bagi saya kaitannya dengan ajaran Agama yang saya genggap adalah perihal Ilmu, Niat, dan Amal. Bagi saya, tiga hal tersebut merupakan kesatuan tak terpisah. Ketinganya ibarat tiga sugut pada Segi Tiga, hilang satu maka konsep tentang sebuah bangun akan kehilangan atri pentingnya—kecuali setengah lingkaran.

Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun. Pelangi adalah fenomena alam yang menakjubkan, kita dapat melihat paduan warna-warna yang indah, melengkung, mengawang di antara langit dan bumi. Kemudian pengamatan yang cermat dan tekun menyimpukan bahwa warna-warna itu merupakan perjumpaan mesra antara cahaya (matahari) dengan air.

Maka biasanya kalau tidak selepas hujan, maka pelangi akan di jumpai di antara air terjun yang mengepulkan air hingga menjangkau cahaya yang cukup. Ilmu dapat menjelaskan tentang Pelangi, dan akan menjadi pedoman ketika kita henda mencobanya, misal, dengan media aquarium atau lainya.

Niat dalam tulisan ini tidak diartikan seperti pada umunya yang identik bahkan sepadan dengan Rencana. Tetapi, Niat diartikan sebagai kata-kata yang menandai adanya kehendak untuk melakukan sesuatu yang diiringi dengan memulai mengerjakanya—terlepas apakah itu dikatakan atau sekedar gumaman benak.

Ketika kita hendak makan maka kita melakukan sesuatu untuk mendapatan makanan dan kemudian akan memakannya; ketika kita hendak mandi maka kita akan melangkahkan kaki menuju tempat mandi. Sebab itu, Niat itu ada seterlah Rencana. Misal, lima menit lagi saya akan makan (rencana); setelah lima menit maka saya melakukan sesuatu untuk menunaikan rencana makan tadi (niat).

Amal sepadan dengan tindak atau tindakan atau kerja. Mengamalkan berarti mengerjakan, bertindak. Batasan ini pun berbeda dengan keumuman di indonesia, terutama yang saya ketahui dalam Jawa dan Sunda. Kalau ada yang dianggap mengetahui tentang sesuatu, kemudian orang meminta penjelasan tentang sesuatu itu tetapi yang mengetahui enggan menjelakan, biasanya orang yang meminta akan mengatakan kalau punya ilmu itu harus di amalkan…. Maksud dari argumen itu harus di bagi kepada yang belum tau.

Padahal, kalimat itu merupakan pedoman bagi pemilik pengetahuan atau ilmu termaksud. Misal, kalau kita tau bahwa kebersihan itu penting bagi kesehatan, dan menjaga kesehatan itu wajib hukumnya, maka orang yang mengetahui tentang ini wajib melestarikan kebersihan. Artinya, pengetahuan atau ilmu tentang kebersihan dan kesehatan tersebut bukan untuk diobrolkan, dibagi dengan kata-kata, tetapi untuk dikerjakan, diamalkan.

Catatan cingkat di atas bermaksud menunjukan keterkaitan tak terpisan antara Ilmu, Niat, dan Amal. Ilmu akan mendorong kita untuk melakukan sesuatu, maka dorongan itu lah yang kemudian melahirkan kehendak yang kemudian menjadi Niat—mengenai kehendak dan niat, ada juga yang menyetarakan pengertiannya. Arti penting Ilmu bagi Niat adalah makna. Apabila suatu Niat tidak dilatari oleh Ilmunya maka niat itu tidak bermakna. Karena pengetahuan yang tidak tersusun merupakan sensasi saja, hanya menimbulkan kekaguman, ketakjuban, kewahah, sudah!

Arti penting Niat bagi Amal adalah sadar. Artinya, ketika kita mengamalkan sesuatu maka kita menyadari atau sengaja mengamalkannya. Kesengajaan ini lah yang menjadikan suatu amalan menjadi bermakna, bersifat penting, memiliki nilai. Contoh paling bagus untuk menunjukkan ke-tak-terpisah-an Ilmu dengan Niat dengan Amal adalah Sholat: Niat harus seiring dengan gerak bibir dan tangan, dan sholat yang baik adalah yang disertai Ilmunya. Aneh kalau saya sholat tidak mensucikan diri dulu dengan berwudlu!

(Tulisan ini sangat kacau)

Iklan

2 Tanggapan to “Ilmu, Niat, dan Amal”

  1. lina sophy said

    (Tulisan ini sangat kacau)

    😆 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: